Profil


Warning: implode(): Invalid arguments passed in /home/smac8981/public_html/wp-content/plugins/easy-bootstrap-shortcodes/shortcode/tabs/plugin_shortcode.php on line 16

Warning: implode(): Invalid arguments passed in /home/smac8981/public_html/wp-content/plugins/easy-bootstrap-shortcodes/shortcode/tabs/plugin_shortcode.php on line 16

SEKILAS SMA NEGERI 107 JAKARTA

Sekolah

Pada tanggal 10 April 1991 berdirilah sebuah bangunan Sekolah terdiri dari 2 (dua) ruang kelas untuk belajar yang masih sangat sederhana dengan perlengkapan belajar seadanya, bangunan tersebut terletak di wilayah Kampung Rawa Badung Cakung Jakarta Timur. Bapak Ir. Wisnuhadi selaku pimpinan proyek pembangunan menyerah terimakan bangunan tersebut kepada Bapak  Sopar Simamora, BA selaku kepala sekolah pertama dan selanjutnya bangunan tersebut di pergunakan  secara maksimal untuk kegiatan pendidikan dan belajar.

Semula sekolah ini bernama SMA Negeri Baru Pengarengan, kemudian pada tahun 1992 diberi nama SMA Negeri 107 Jakarta, dan pada tahun 1995 disesuikan dengan peraturan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) waktu itu menjadi SMU Negeri 107 Jakarta dan saat ini sesuai dengan berlakunya kurikulum 2004 maka nama sekolah ini kembali menjadi SMA Negeri 107 Jakarta.

Kegiatan pembelajaran di sekolah ini pada tahun pelajaran 1991 – 1992 dimulai dengan peserta didik sejumlah 74 siswa dengan 16 orang guru termasuk kepala sekolah. Dengan penuh kesabaran, kerja keras dan bahu membahu mulai dari kepala sekolah, para guru, karyawan dan semua siswa membangun sekolah ini untuk mendapatkan prestasi yang baik. SMA Negeri 107 Jakarta selalu berupaya untuk meningkatkan prestasinya agar dapat sejajar dengan SMA-SMA lain khususnya di Jakarta Timur. Saat ini SMA Negeri 107 Jakarta memang bukan sekolah yang mempunyai prestasi nomor 1 (satu), tetapi juga bukan sekolah yang berada pada urutan paling bawah diantara 5 (lima) SMA Negeri yang ada di sanggar 16 Kecamatan Cakung.  SMA Negeri 107 Jakarta  akan selalu terus berjuang meningkatkan prestasi akademis dan ekstrakurikulernya sebagai pengejawantahan tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Tidak terasa waktu terus berlalu, 23 tahun sudah terlewati dan dalam kurun waktu tersebut SMA Negeri 107 Jakarta telah dipimpin oleh 10 (sepuluh) kepala sekolah secara bergantian. Kepemimpinan SMA Negeri 107 Jakarta diawali oleh Bapak Sopar Simamora, BA {1991 – 1995} sebagai kepala sekolah pertama beliau merasakan betul jerih payah dan kerasnya merintis sekolah ini; kedua Ibu Dra.Hj.Syamsinar Munaf, {1995 – 1998} datang di SMA Negeri 107 Jakarta dalam keadaan tanpa pagar dan tanpa laboratorium IPA, ibunda Syamsinar Munaf melengkapi sarana tersebut dan menambah jumlah ruang kelas untuk belajar. Ketika beliau meninggalkan SMA Negeri 107 Jakarta untuk selanjutnya menjadi kepala SMA Negeri 61 Jakarta, pembangunan masjid “Nurul Fikri” masih terus berlangsung tetapi peresmian penggunaannya sudah dilaksanakan oleh Kepala Kanwil Depdiknas DKI Jakarta Bapak Drs. Alwi Nurdin, MM; ketiga Ibu Dra. Hj. J A Djarwati MM, {1998 – 2001} beliau datang menyempurnakan apa yang pernah dirintis oleh pendahulunya. Pembangunan masjid deselesaikan, pembangunan laboratorium bahasa diwujudkan dan belaiu berupaya keras untuk menambah lagi jumlah ruang kelas untuk belajar dan dibangunnya jalan masuk ke sekolah yang lebih baik.Penggunaan komputer untuk pengelolaan administrasi kurikulum terus ditingkatkan sehihgga banyak membantu dan meringankan tugas para guru dalam pengolahan nilai; keempat Bapak Drs.M.Hasugian,MM. {2001 – 2003} Dengan keuletan dan kesabarannya belau dapat mewujudkan beberapa program yang belum selesai, beliau mewujudkan penambahan 6 (enam) ruang kelas untuk belajar sehingga pada saat ini semua kelas dapat belajar pada pagi hari. Tata tertib SMU Negeri 107 Jakarta terus ditingkatkan, maka tingkat disiplinpun semakin membaik. Program-program untuk peningkatan mutu sumber daya manusia dan akademis sudah disiapkan tetapi sayang beliau tidak dapat menyaksikan program-program tersebut berlangsung karena harus pindah tugas ke SMU Negeri 37 Jakarta; yang kelima Ibu Dra Hartini, {2004-2006} Program-program untuk peningkatan mutu sumber daya manusia dan akademis merupakan program-program yang belum terselesaikan, maka saat ini beliau, sedang berfikir keras dan bekerja keras mengimplementasikan program tersebut. Beliau juga tentu sudah punya rencana untuk membangun SMU Negeri 107 Jakarta. yang ke enam Drs. H. Satiry Satar {2006 – 2007},  yang ke tujuh  Drs. Sunyono {2007 – 2010} yang ke delapan Drs. Cipto Edi Sutopo, M.Pd {2010 – 2012} Beliau adalah salah satu Kepala Sekolah yang sangat memperhatikan lingkungan sekolahnya. Beliau juga mempunyai program menanam pohon buah sebanyak 1000 pohon sebagai salah satu cara memanfaatkan lahan yang kosong sehingga sekolah terlihat lebih hijau dengan adanya program ini. yang ke Sembilan Drs. Kartono, M.M.Pd {2012 – 2014}, yang ke Sepuluh Niyata Sirat, S.Pd {2015 – 2016}, yang ke sebelas Drs. Kristian Madiyanto Tambunan S.Kom {2017 – Sekarang }

SMU Negeri 107 Jakarta saat ini sedang berupaya untuk dapat menjadikan semua peserta didiknya tidak hanya dapat memiliki prestasi akademik tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skill) sebagaimana tuntutan di era globalisasi. Masih banyak yang harus dibenahi di SMU Negeri 107 Jakarta ini, mulai dari peningkatan mutu sumber daya manusianya sampai dengan menambah dan memperbaiki sarana prasarana pendidik

MOTTO SMU NEGERI 107 JAKARTA
“Berprestasi Dalam Iman dan Karya”